Langsung ke konten utama

Metode belajar dan menghafal cepat yang bermutu Versi Santri Ada 5 Cara



1. tanamkan rasa senang pada materi yang akan anda baca ataupun Anda hafalkan, menurut imam al-ghazali sebenarnya kekuatan memori otak manusia sama saja.imam al-ghazali mencontohkan betapa mudahnya seorang menghafalkan syair syair lagu-lagu ataupun anekdot anekdot yang lucu. Anda tentu akan ingat dengan mudah berapa uang anda,bertambah berapa, berkurang berapa, karena uang adalah kesenangan anda titik anda akan selalu ingat acara-acara siaran yang ada di TV jam berapa mulainya hari apa dan siapa bintang bintang filmnya titik karena apa? sudah barang tentu karena acara acara tersebut kesukaan Anda titik maka mulai sekarang tanamkan dalam hati anda! Kitab Alfiah kesenanganku, nadhom imriti kesukaanku, kitab jurumiah pujaanku dan membaca ataupun muthala'ah adalah hobiku.

2. anggaplah mudah setiap materi yang akan anda baca ataupun Anda hafalkan maka ketika Anda mulai belajar ataupun menghafal, tanamkan dalam hati bahwa "saya akan faham dan hafal dengan mudah "jangan sekali punya perasaan" pelajaran ini sulit dipahami atau dihafal".karena perasaan ini akan memberikan sugesti buruk pada mental anda dan akan menghambat jaringan otak anda untuk bekerja secara optimal.

3. jangan hiraukan keadaan sekitar atau pikiran-pikiran di luar materi yang anda pdan belajarlah dengan rileks tapi serius. Jean marie stine berpendapat" jaringan otak manusia sebenarnya melebihi jaringan komputer manapun "karena otak kita dapat menggunakan 100 miliar Beat informasi dan dapat bergerak lebih dari 300 mil per jam dan satu-satunya kunci untuk mengoptimalkan fungsi otak adalah dengan peningkatan konsentrasi. Seorang profesional dari Jepang memiliki kiat belajar yang unik, ia mengatakan rahasia belajarnya pada seorang temannya, "walaupun saya hidup di kota industri yang padat penduduk, namun ketika belajar, saya bayangkan seolah-olah berada di gua ataupun taman yang sunyi, suara-suara mesin itu saya anggap bagai suara burung yang merdu sehingga saya bisa konsentrasi penuh dengan apa yang saya pelajari ".

4. simpulkan apa yang anda baca dengan menulisnya dalam bentuk catatan titik misalnya anda mempelajari tentang istihadhah, simpulkan dengan ringkas tentang macam-macam ijtihad dan buatlah skema pembagiannya.

5. Catatlah keterangan-keterangan yang dianggap penting. Seringkali, kita menemukan keterangan penting dan ketika saatnya kita membutuhkan keterangan tersebut kita sudah lupa persisnya terdapat pada kitab apa bab apa, halaman berapa? Sayang sekali kalau pengetahuan-pengetahuan berharga itu hilang begitu saja. Untuk itu mulai sekarang sediakan buku-buku untuk mencatat keterangan dari fan fan yang sedang anda pelajari.sediakan catatan khusus untuk fiqih hadis, tafsir, Ushul fiqih tauhid dan fan lainnya. Untuk mempermudah perujukan kembali, berilah nomor pada masing-masing halamannya dan buatlah daftar isi pada halaman depan.

Komentar

Yang Sedang populer

Perlombaan Dalail khairat Dayah Darul Huda Lueng Angen Th 2018

Lhok Nibong       Tunas yg dulu nya kecil, sekarang sudah mulai berdaun. Dan semoga nantinya akan beranting sehingga bisa menjadi tempat berteduh. Berbuah untuk dinikmati. Aamiin Teungku Yusuf Aree & Teungku Sayyid Muhammad Nur Al-Ba'bud mendapat kehormatan menjadi Dewan Juri (Hakim) pd Babak final Lomba Dalailul Khairat & Pidato Bahasa Arab di DAYAH DARUL HUDA-LUENG ANGEN, ACEH UTARA. Berikut laporan langsung dr Teungku Yusuf Aree : 👇       Mendampingi Tgk Sayyid Muhammad Nur S Pd Kamis malam kemarin, 9 Agustus 2018 di Dayah Darul Huda-Lueng Angen, Aceh Utara. Alhamdulilah kami dipercaya sebagai hakim pada babak final lomba Dalail Khairat & Pidato Bahasa Arab se Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Huda setempat. Merupakan suatu kehormatan tentunya.        Maka dari itu, saya mewakili Tgk Sayyid selaku Rais Qismu al-Lughah (Ketua Seksi Bahasa) Dayah Ummul Ayman Samalanga mengucapkan Teri...

Mengukur Tingkat Intelegensi (Tingkat kecerdasan Seorang Anak) Rumus IQ Seseorang

Tingkat kecerdasan seorang anak, yang dituntut secara metodik oleh IQ (intelligentia quotient), memegang peranan penting untuk suksesnya anak dalam belajar. Kalau menurut kitab "ta'limul muta'alim" disebut dengan istilah dzaka (ذكاء) , yang berarti kecerdasan atau intelegensia. Diantara faktor yang paling mempengaruhi tingkat kecerdasan adalah garis keturunan atau genetika. Kalaumenurut istilah kitab kuning disebut dengan istilah nasab. Maka tidak mengherankan jika dalam riwayat-riwayat hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. menjadikan nasab sebagai salah satu aspek yang harus dipertimbangkan dalam masalah pernikahan. Hal ini ini diperkuat oleh eh eh penyelidikan para ahli bahwa di samping faktor gizi makanan yang cukup daya tangkap sangat dipengaruhi genetika yang dibawa dari family ayah dan ibu. IQatau daya tangkap ini dianggap tidak akan berubah sampai seseorang kecuali bila ada sebab-sebab kemunduran fungsi otak seperti ketuaan kecelakaan, dan lain-lain. D...